Episode 10

723 Kata
Waktunya Lala menjemput Keira di sekolah. Salsa masih ada di rumah, Salsa lagi duduk manis di dalam kamarnya sambil chat dengan Sean. Padahal ini waktunya Keira pulang sekolah, tapi Salsa cuek saja dan masih asyik dengan dunianya. Lala merubah penampilannya agar tidak terlihat seperti pembantu. Lala membeli baju bekas di pasar tradisional. Dan keliatan masih bagus, dress yang di gunakan Lala terlihat cocok di tubuh Lala. "Kalau penampilan ku kek gini kan tidak terlihat seperti pembantu! " Lala masih bercermin. Lala memutar-mutar tubuhnya secara perlahan-lahan. Lala memakai dress bunga-bunga berwarna putih, panjangnya pas di lutut. Menggunakan blezer berwarna coklat, Lala menggunakan sepatu balet. Penampilan Lala tidak seperti pembantu pada umumnya yang selalu menggunakan daster. Lala keluar dari rumah tanpa pamit dulu kepada Salsa. Namun, ia menitip pesan kepada pak satpam kalau seandainya Salsa mencari Lala, bilang saja Lala pergi keluar untuk menjemput Keira. Ternyata Saga juga dalam perjalanan menuju ke sekolah Keira. Hari ini Saga tidak fokus bekerja. Saga terus kepikiran dengan tawaran Lala. Untuk menghilangkan stres, Saga berniat untuk mengajak Keira putrinya jalan-jalan. Cuman Keira yang bisa membuat Saga happy saat ini. Lala yang lebih awal tiba di sekolah Keira, karena jarak dari rumah ke sekolah Keira tidak begitu jauh. Lala sudah menunggu Keira di dekat pintu gerbang sekolah. Keira baru saja keluar, melihat ada Lala yang sudah berdiri di dekat pintu gerbang membuat Keira senang. "Tante Lala! " teriak Keira memanggil Lala, Keira berlarian kecil menghampiri Lala. "Hati-hati Nak! Awas jatuh! " teriak Lala. Keira langsung memeluk tubuh Lala ketika sudah berhadapan dengan Lala. Dengan hangatnya Lala membalas pelukan dari Keira. Lalu Lala menggendong tubuh Keira. "Kita pulang! " seru Lala. "Ok tante!" jawab Keira. Mobil yang di tumpangi Saga baru saja tiba, Keira semakin senang melihat daddy nya juga datang menjemputnya. "Daddy! " seru Keira memanggil-manggil Daddy nya. Keira masih berada dalam pangkuan Lala. Saga pun keluar dari dalam mobilnya, Saga melepaskan kacamata hitamnya. Lala langsung terpanah dengan aura Saga hari ini. "Tampan sekali, " batin Lala. Saga menghampiri Lala dan Keira. Betapa terbelalak nya Saga saat ini ketika melihat penampilan Lala hari ini, penampilan Lala yang berbeda dari sebelumnya. "Daddy! " panggil Keira merusak dan membuyarkan pandangan Saga yang sedari tadi memperhatikan Lala dari ujung kaki sampai ujung kepala. "Eh iya apa anak daddy! " Saga meraih tubuh Keira dalam pangkuan Lala. "Andai saja kalau yang menjemput Keira itu Mommy dan Daddy, pasti Keira akan bahagia banget, " ucap Keira dengan mengkerucutkan bibirnya. Selama ini Salsa emang tidak pernah menjemput Keira atau mengantar Keira ke sekolah. Hati Saga begitu pedih mendengarnya. Saga mencoba untuk tersenyum di depan Keira, "Sabar sayang. Kan Mommy sibuk kerja. Sudah jangan sedih, kan ada tante Lala yang menjemput Keira juga. Bagaimana kalau sekarang kita jalan-jalan saja. Keira mau? " "Sangat mau! " seru Keira. "Tante Lala juga ikut ya! " Keira sangat ingin sekali kalau Lala juga ikut. "Tidak bisa sayang, Tante Lala masih banyak pekerjaan di rumah! " Lala menolaknya. Padahal Lala sangat ingin ikut jalan-jalan. Ini kesempatan Lala untuk bisa lebih dekat dengan Saga dan Keira. "Sudah, kau ikut saja La! " Saga meraih tangan kiri Lala dan mengajak Lala masuk kedalam mobilnya. Lala merasa sangat senang, Lala tidak akan menyianyiakan kesempatan emas ini. Sementara Salsa masih stay di dalam kamarnya. Salsa dan Sean sudah janjian kalau sore ketemuan lagi di kamar Hotel. Sean sudah merasa candu, awalnya menolak. Namun, setelah merasakannya Sean ketagihan juga. Hari ini Salsa emang lagi tidak ada jadwal pemotretan. Salsa lebih senang menghabiskan waktu berdua dengan Sean di bandingkan dengan Saga dan Keira. Sebab Saga selalu meminta Salsa untuk berhenti menjadi model. "Ok sayang. Nanti sore aku pasti datang. " Itulah balasan chat yang terakhir Salsa kirim ke nomer Sean. Saga mengajak Lala dan Keira kesebuah taman, Saga juga sudah memesan delivery untuk mengantar makan siang ke taman itu. Di dalam bagasi mobil Saga ada sebuah tikar. Saga mengambilnya dan melebarkan tikar itu di atas rerumputan hijau. "Kita tinggal nunggu makanan yang sudah kita pesan datang, baru deh kita makan bersama di sini. Apakah Keira senang? " tanya Saga kepada Keira. "Sangat senang Daddy!" seru Keira. "Pokoknya bagaimana pun caranya aku harus bisa menarik perhatian Tuan Saga yang kesepian ini. Aku juga kasian sama Keira, gadis kecil ini kurang kasih sayang dari Mommy nya. Dan aku akan memberikan kasih sayang yang tulus untuk Keira," batin Lala berucap.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN