WSP, Episode 4

1021 Kata
"Tidak bisa Mas! Aku tidak bisa berhenti jadi model. Jangan mulai deh. Sudah ah jadi hilang selera makan ku, " kesal Salsa yang langsung menaruh kasar sendok dan garpu di atas piring. Salsa pun beranjak bangun dari tempat duduknya dan nyelonong pergi. Setiap Saga meminta Salsa untuk berhenti menjadi model, Salsa selalu marah dan kesal. Salsa bersikukuh tidak mau berhenti. Karena menjadi model adalah impian nya. Salsa tidak mau hanya karena anak dan suami, mimpinya itu rusak. Salsa emang harus egois. "Selalu begitu, " desis Saga kesal. Saga juga tidak menghabiskan makannya, Saga jadi ikut-ikutan tidak berselera makan. "Sayang, daddy sudah selesai makan. Keira sudah selesai belum makannya? " tanya Saga kepada Keira. "Sudah Daddy! " seru Keira. "Tapi Keira mau nyusul Mommy ke kamar, " ucap Keira dan di anggukan oleh Saga. Keira pun beranjak bangun dari tempat duduknya. Saga juga sama. Tapi Saga memutuskan untuk ke kolam renang. Di sana tempat Saga duduk santai. Di sekitaran kolam renang masih ada Lala yang tengah membersihkan kolam renang. Lala mengambil dedaunan yang mengambang di atas kolam renang menggunakan alat khususnya. Saga duduk santai di kursi yang ada di pinggiran kolam renang. Saga tengah mengisap rokok nya sambil memainkan ponselnya. Melihat ada Saga, Lala langsung kegirangan. Lala lagi mencari cara agar bisa menarik perhatian Saga. "Ini kesempatan emas buat Lala, " batin Lala. Byurrrrrr... Lala menjatuhkan tubuhnya ke dalam kolam renang. "Tolong-tolong! Lala tidak bisa berenang! " Lala berteriak-teriak. Ini salah satu trik Lala untuk menarik perhatian Saga. Lala berpura-pura tidak bisa berenang padahal Lala bisa. "Tolong-tolong! " Lala terus berteriak meminta tolong. Saga yang melihat Lala tenggelam di dalam kolam renang, Saga langsung membuang rokoknya. Saga segera turun ke kolam renang. Di dalam kolam renang tubuh Lala sudah mengambang. Lala pingsan tapi hanya drama. Saga berusaha untuk menyelamatkan tubuh Lala hingga sampai ke daratan. "Ada-ada saja nih si pembantu! Jadi basah kan," kesal Saga. Saga merebahkan tubuh Lala di atas lantai pinggiran kolam renang. Saga menekan perut Lala agar air yang ada di tubuh Lala itu keluar. "Ohok... ohok! " Lala tersadar dan langsung batuk-batuk. Tubuh Lala menggigil tapi hanya pura-pura saja Lala kedinginan. Lala memeluk tubuh Saga, "Terima kasih Tuan. Terima kasih Tuan sudah menyelamatkan aku, " ucap Lala dengan getir. Lala terus menggigil. Akting Lala kali ini sungguh luar biasa sehingga membuat Saga percaya. Lala terus memeluk erat tubuh Saga. "Ya sudah keringkan pakaianmu, " titah Saga kepada Lala. "Kaki ku terasa lemas Tuan. Aku tidak bisa berjalan, " ujar Lala dengan trik liciknya. "Ya sudah! " Pada akhir nya Saga pun menggendong tubuh Lala, membawa Lala ke kamarnya. Di dalam kamar, Salsa tampak sangat kesal atas perkataan Saga tadi yang memintanya untuk berhenti menjadi model. "Mommy, kita main boneka yuk? " ajak Keira kepada Salsa. Keira membawa boneka barbie kesayangannya. Yaitu boneka Elsa Frozen. "Ayo sayang. Tapi di sini saja. Mommy lagi malas keluar rumah, " ucap Salsa dengan lembutnya. "Ok Mommy! Yang penting Keira bisa bermain sama Mommy, " seru Keira. Salsa menciumi wajah Keira dengan sentuhan hangat seorang ibu, "Sayang, maafkan Mommy. Karena Mommy jarang sekali ada waktu buat Keira. " "Tidak apa-apa Mommy, " ucap Keira dengan senyuman manisnya. "Anak pintar! " Salsa memeluk hangat tubuh Keira. *** Saga sudah membawa Lala ke salam kamar pembantu. Saga menaruh tubuh Lala di atas tempat tidur. "Keringkan pakaian kamu. Nanti masuk angin, " ucap Saga dengan ketus. Seperti biasa dengan wajah datarnya. Ketika Saga memutar tubuhnya, Lala menarik tangan Saga hingga tubuh Saga terhempas dan menindih tubuh Lala. "Apakah Tuan tidak merasa kedinginan? " tanya Lala dengan suara di buat selembut-lembutnya. Jari-jemari Lala meraba-raba d**a bidang Saga. "Apaan sih? " kesal Saga yang berusaha untuk bangun. Namun, Lala malah menarik pakaian Saga sehingga Saga jatuh kembali dalam pelukan Lala. "Tuan, aku kedinginan! " Lala mencoba untuk menggoda Saga. Kini jarak Lala dan Saga begitu sangat dekat. Jantung Saga tiba-tiba berdegup sangat cepat. Manik mata kembar itu sudah saling bertemu. Lala mengalungkan kedua tangannya di tengkuk Saga. Lala memejamkan kedua matanya. "Aku harus melakukan ini. Lagi pula semalam Tuan Saga sudah menodai l*her ku hingga meninggalkan bekas, " batin Lala. Saga mulai terhanyut, di tambah tubuh keduanya sama-sama basah. Pada akhirnya Saga pun masuk dalam perangkap Lala pembantunya. Saga mencium bibir ranum Lala dengan rakusnya. Saga yang merindukan sentuhan seperti ini dari lawan jenisnya tidak akan menyianyiakan kesempatan emas ini. Lala emang belum lihai, sebab ini baru pertama kali buat Lala. Namun, Lala berusaha untuk menyesuaikannya. Ciuman itu semakin dalam sehingga nafas keduanya sudah terengah. Saga merasakan Mr. P nya bangun. Saga buru-buru menyelesaikan aktivitas panas nya dengan Lala. "Kenapa berhenti Tuan? " tanya Lala dengan nafas yang masih terengah. "Dasar murahan! " desis Saga kesal. Saga marah pada dirinya sendiri kenapa bisa berbuat seperti itu dengan pembantunya. Saga beranjak bangun dan buru-buru keluar dari kamar Lala. Ketika Saga keluar dari kamar Lala, air mata Lala tiba-tiba menitik. Lala merasa jijik pada dirinya sendiri, kenapa ia bisa bertekad seperti itu. "Ibu, bapak! Maafkan Lala! Aku emang harus melakukan ini. Selain itu, aku juga ingin memberikan kasih sayang yang tulus untuk Keira. Kasihan dia, masih kecil tapi kurang kasih sayang. Terutama kasih sayang dari seorang ibu, " lirih Lala. "Aku tidak boleh cengeng kek gini! Aku harus semangat. Aku yakin Tuan Saga sebentar lagi akan masuk kedalam perangkap ku. Buktinya barusan dia dengan mudahnya aku goda. " Sebenarnya Lala tidak mau melakukan ini. Tapi mengingat perekonomian di kampung yang membuat Lala bertekad menjadi w*************a. Apa lagi Salsa dan Saga saat ini kurang harmonis. *** Saga sudah tiba di dalam kamarnya. Saga masih kesal pada dirinya sendiri. Saga ingin sekali melakukan hubungan b*dan dengan Salsa. Tapi Saga sudah yakin kalau Salsa akan menolak dengan alasan capek. "Loh Daddy kenapa basah kuyup seperti itu? " tanya Keira. Namun, pertanyaan Keira tidak di jawab oleh Saga. Saga buru-buru masuk ke dalam kamar mandi. Saga ingin melakukan nya sendiri di kamar mandi. "Mommy, Daddy kenapa ya? " tanya Keira kepada Salsa. "Tidak tahu sayang. Sudah biarin saja, kita lanjut saja main bonekanya, " ujar Salsa. Salsa juga merasa aneh dengan sikap nya Saga. Namun, Salsa lebih memilih diam dan males untuk bertanya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN