Hampir 30 menit nya berada di dalam kamar mandi, Saga baru keluar. Saga baru selesai menidurkan kembali anak kesayangan nya yang bangun akibat percintaan sekilas dengan Lala pembantunya. Dahi Saga mengkerut ketika dirinya melihat Salsa yang sudah berpakaian rafi.
"Katanya libur, tapi kok sudah rafi. Mau kemana dia?" batin Saga.
Batin Saga selalu bertanya-tanya. Salsa cuek saja ketika ada Saga yang berdiri di depan lemari. Sedangkan Salsa tengah merias dirinya secantik mungkin.
"Mau kemana kamu? " tanya Saga ketus.
"Mau kerja-lah!" Salsa menjawab tak kalah ketusnya dari Saga. Salsa masih kesal karena setiap Salsa ada di rumah, Saga pasti membahas soal itu lagi, meminta Salsa untuk hengkang dari dunia modeling nya. Sebab Gaji Saga sudah lebih dari cukup untuk membiayai semua kebutuhan Salsa dan Keira.
"Katanya libur? " tanya Saga.
"Gak jadi libur. Aku males tinggal di rumah. " Salsa meraih tas mini yang ia taruh di atas meja riasnya. Salsa pun nyelonong begitu saja tanpa mengucapkan salam bahkan Salsa sama sekali tidak mencium tangan Saga.
Saga hanya bisa membuang nafas kasar, hari weekend nya seperti biasa hanya di habiskan berdua dengan Keira.
Saat ini, Keira dan Lala sedang bermain boneka mermaid di depan teras rumah. Ketika melihat Salsa yang keluar dari rumah, Keira menghentikan langkah Mommy nya.
"Mommy mau kemana lagi? " tanya Keira yang menarik-narik tangan kiri Salsa.
"Lepas Salsa. Mommy harus kerja, " kata Salsa yang menepis tangan Keira secara kasar.
"Mommy katanya gak akan kerja? " tanya Keira dengan lirih seraya menarik-narik tangan Salsa.
Saga melihat semuanya dari atas balkon di depan kamarnya. Saga mengepal kedua tangannya. Saga sangat kesal dengan sikap Salsa kepada Keira yang terkesan sangat kasar.
"Salsa makin keterlaluan, " desis Saga kesal.
Deruh napas Saga mulau bergemuruh. Saga tidak menyangka demi karir seorang ibu bisa setega itu.
"Lala, urus anak saya! " perintah Salsa kepada Lala dengan ketusnya.
Keira masih merengek-rengek. Keira masih ingin menghabiskan waktunya dengan Mommy nya. Salsa tetap memilih pergi. Meskipun Keira terus menahannya.
"Keira sayang, sama tante Lala saja main nya. Sudah Keira jangan menangis. Mommy kan harus kerja. Sekarang ada Tante Lala yang akan menjadi teman Lala, " seru Lala berusaha untuk menghibur Keira.
Keira mengangguk. Lala menghapus air mata Keira.
Tenyata Salsa tidak ada jadwal pemotretan. Salsa sudah janjian dengan Sean salah satu aktor tanah air. Sean diam-diam menjalin hubungan gelap dengan Salsa, bisa di hitung sudah 3 bulan ini. Sean dan Salsa janjian di sebuah Hotel Bintang 5. Kedatangan Salsa di sambut kecupan hangat di bibir Salsa.
"Lama sekali kamu sayang? " tanya Sean.
Sean melingkarkan kedua tangan nya di pinggang Salsa.
"Maafkan aku sayang. Tadi ada kendala dikit, " ucap Salsa yang kini kedua tangan nya ia lingkarkan di tengkuk Sean.
Sean langsung mencium bibir ranum Salsa dengan lembut. Namun, penuh dengan tuntutan. Sean dan Salsa emang sering melakukan itu setiap bertemu. Namun, untuk hubungan intim. Sean tidak berani menyentuh Salsa, sebab Salsa masih istri Sah nya Saga.
"Sayang, kenapa cuman bermain di sini? " tanya Salsa dengan nafas yang masih terengah. Salsa menyentuh bibir nya Sean. Padahal, Salsa berharap lebih dari ini permainannya.
"Sayang, maaf! Untuk ke tahap itu aku belum bisa berikan. Salsa, kita sudah cukup dosa jangan nambah dosa lagi, " ujar Sean yang kembali mengecup bibir ranum Salsa.
Di rumah, Lala sudah berhasil menidurkan Keira. Setelah itu, Lala bergegas turun ke bawah. Lala mencari-cari keberadaan Saga.
"Di mana Tuan Saga? "
Saga tengah berenang. Saga merasa panas, amarah Saga semakin membara. Pada akhirnya Saga memutuskan untuk berenang.
Lala mengintip Saga yang tengah berenang. Lala menelan saliva nya secara kasar ketika melihat Saga yang hanya bertelanjang d**a.
"Sungguh indah ciptaan mu. "
Kini Lala tengah memikirkan bagaimana cara untuk menggoda Saga.
***
Lala memutuskan ke dapur dulu, Lala akan membuatkan orange jus dan beberapa cemilan untuk Saga. Ini salah satu trik Lala agar bisa menggoda Saga.
"Mumpung tidak ada si Salsa. Aku harus bisa membuat Tuan Saga tertarik padaku. Hemmm ... mending aku saja yang jadi Mommy nya Keira. Tiap hari aku akan memberikan kasih sayang yang tulus untuk Keira. Dan Tuan Saga tidak akan kesepian lagi, begitu pun Keira tidak akan kekurangan kasih sayang dari seorang ibu, " gumam Lala sembari membuatkan orange jus untuk Tuan Saga.
Setelah itu Lala kembali menuju kolam renang membawakan orange jus dan cemilan untuk Saga. Setibanya di sana, Lala semakin tidak tahan dengan pesona Tuan majikannya itu, apa lagi melihat tubuh Saga yang kekar itu.
"Tuan ... saya sudah bawakan tuan jus dan cemilan, " sahut Lala sembari meletakan minuman dan cemilan di atas meja yang tidak jauh dari kolam renang. Saga tidak menyahut sama sekali. Saga terus meredamkan tubuhnya di dalam kolam renang
"Lala punya ide!" umpat Lala dalam hati.
Perlahan-lahan Lala berjalan menuju ke tepi kolam renang. Lala akan melakukan trik berikutnya untuk dekat dengan Saga.
"Eh_! "
Byuuurrr...
Lala terpeleset tapi seperti biasa itu hanya sebuah drama yang di buat Lala.
"Tuan tolong! " Lala berteriak-teriak. Lala seperti orang yang mau tenggelam.
Saga panik, Saga menghampiri Lala. Setelah mendekat, Lala langsung memeluk tubuh kekar Saga.
"Kesempatan emas ini tidak akan Lala sia-siakan begitu saja, " batin Lala.
"Tuan, aku takut! Aku takut, aku tidak bisa berenang. " Lala semakin kuat memeluk tubuh Tuan Saga.
"Kau ini sangat ceroboh sekali. Sudah dua kali kau jatuh ke kolam renang. Mangka nya hati-hati kalau jalan, " kesal Saga.
Lala tidak menyahut. Lala mulai merasakan kenyamanan dan kehangatan ketika dirinya memeluk Saga.
Lala melepaskan pelukannya. Saga tetap acuh dan jutek. Lala menempelkan kedua tangannya di wajah Saga. Lala menatap netra wajah Saga yang dingin tapi sangat tampan itu.
"Tuan apakah tuan ini kesepian? " tanya Lala tanpa sungkan.
Jari-jemari Lala yang lentik itu menyentuh bibirnya Saga sehingga membuat Saga merinding dan memejamkan kedua matanya.
"Jika Tuan merasa kesepian, Lala siap menemani Tuan, jika Tuan membutuhkan kehangatan Lala juga siap untuk memberikan kehangatan. Tapi dengan satu syarat? Tuan nikahin Lala secara siri. Lala rela menjadi wanita simpanan Tuan, asal tuan memenuhi kebutuhan Lala, " pinta Lala. Tanpa sungkan Lala mengatakan hal seperti itu kepada Saga.
Saga tidak bergeming sama sekali. Saga menikmati sentuhan dari tangan Lala yang mulai nakal sampai meraba-raba d**a bidang Saga. Sampai Saga merasakan ada sensasi aneh dalam dirinya.
"Kita sama-sama untung bukan, Tuan bisa mendapatkan nafkah batin dan aku dua-duanya. Nafkah batin dan lahir. Dan aku pastikan Keira tidak akan kehilangan kasih sayang dari seorang ibu. Aku akan jadi Mommy buat Keira. Jadi Keira tidak perlu di titipkan pada Oma nya. " Lala mencoba merayu Saga. Tangan Lala tidak diam saja.
Saga semakin terhanyut saja. Saga yang tidak bisa menahannya, Saga meraih tengkuk Lala dan tanpa acang-ancang Saga mengecup bibir ranum Lala dengan rakusnya.
Lala tidak membalas. Lala mendorong wajah Saga, "Bagaimana Tuan Saga? Apakah Tuan setuju? " tanya Lala lagi. Lala kembali menanyakan tentang tawarannya.