"Apa yang kau lakukan, mengagumi ketampananku?" Body menatap White lekat. White panik, namun dia tak bisa melepaskan diri dari Body. "Phi Body, lepaskan tanganku," White berusaha menarik tangannya. Namun, Body balas menariknya lebih keras, hingga White tersentak. "Melepaskanmu, untuk apa? agar kau bisa menyentuh wajahku lagi?" "Ini tidak seperti yang Phi pikirkan, aku hanya ..." "Hanya apa?" "Pokoknya lepaskan aku," "Kau benar-benar ... sudahlah, aku harus bekerja." Body melepaskan tangan White lalu bangun dari tidurnya. Beberapa detik kemudian, Body kembali berbaring, "Aku lupa. Aku tak harus ke lokasi syuting lagi, dan hari ini akhir pekan. Giliranku tidak masuk kerja di ruang mesin." "L-Lalu ... hari ini kita mau melakukan apa?" tanya White sedikit gugup. "Kenapa kau bertanya p

