"Kau pikir semua orang begitu peduli padamu? salah. Kau lihat sendiri, mereka semua hanya ingin memanfaatkanmu. Tidak ada yang peduli White, begitu pula aku." White perlahan mengulurkan tangannya, lalu menyentuh wajah Body. Body terdiam, White menatap Body dengan mata sembabnya, lalu tersenyum lembut, "Kau bukan orang yang seperti itu, Phi. Walau kau kasar, aku tahu kau bukan orang yang tega memanfaatkan orang lain." "Kau tahu apa? jangan berpikir kau sangat mengenalku!" Body menepis tangan White lalu mendorong White menjauh darinya, "Jangan bicara soal si Br*ngsek Zee lagi. Itu membuatku muak," Body berbaring membelakangi White. White menghela nafas, lalu segera beranjak dari tempat tidur, "Jantungku benar-benar tidak stabil. Aku harus mandi air hangat untuk meredakan detakannya," Whit

