Body ingin segera keluar dari tempatnya. Namun, dia tak bisa membuat keributan. Body mengepalkan tangannya erat. Mencoba menahan emosinya yang hampir memuncak demi White. "Ternyata mereka semua hanya memanfaatkan White? dasar hama tidak tahu diri!" "Aku harus bersiap untuk syuting. Si B*doh itu pasti sedang menungguku sekarang," Zee mencuci tangannya, lalu menyeringai. "Phi, hati-hati. Jangan sampai niatmu ketahuan," "Kau pikir jika tahu dia bisa apa. Dia tergila-gila padaku. Dia tak kan bisa berbuat apapun," "Si B*doh ini. Kenapa bisa menyukai orang seperti itu? aish br*ngsek!" *** Zee telah bersiap di lokasi syuting. Sementara itu Body tiba di lokasi dengan perasaan jengkel. Andai dia bisa meluapkan amarahnya saat ini, dia ingin sekali membuat wajah Zee babak belur. "White, kau d

