Arunika masih malu-malu menampakkan dirinya. Lenggokan pepohonan, dengan angin sejuk dan bulir embun yang menguap, tampak begitu eksotis. White berdiri di beranda, sambil menikmati wangi bayu pagi yang membelai hidungnya. Dia hampir saja tak bisa tidur karena selimut tebal yang membungkus dirinya tadi malam. Namun, semakin larut mata White semakin bersahabat. Dia tertidur tepat pukul dua dini hari, dan bangun dengan wajah cerah pagi ini. "Body? kenapa pagi-pagi sudah berada diluar?" Bu Lada yang berniat untuk memeriksa mobilnya, terhenti karena melihat White yang berdiri di beranda. "Ah, aku hanya olahraga pagi, Bu." Jawab White dengan senyuman imut. "White belum bangun?" White menggeleng, "Hmm, sejak kecelakaan, dia tak pernah bangun pagi lagi. Biasanya dia selalu berada diluar jam seg

