Tung, tung, tung, terdengar ketukan ikan kayu atau bel kayu yang menggema. Suara dengan ritme teratur, membelai telinga dengan lembut. Lantunan doa samar ikut terdengar seiring pukulan bel kayu tersebut. Body menghela nafas lalu menatap White tak percaya. "Kuil?" tanya Body, dia sepertinya masih membutuhkan penjelasan yang masuk akal dari White. "Hmm, Budha pasti tahu segalanya, kan? kita harus bertanya pada sumbernya." "Bagaimana kau bisa terpikir ... tunggu dulu, kau ingin bertanya langsung kepada Budha?" "Kepada wakil Budha, para Biksu." "White!" "Biksu pasti mempercayai kita, Phi. Setidaknya mereka akan memberikan sedikit solusi." "Hah, sebaiknya aku disini saja." "Phi juga harus ikut masuk. Kita berdua harus memberi hormat dan berdoa agar mendapat jawaban dengan cepat." "Me

