"Phi Zee dan Phi White! boleh minta tanda tangan kalian?" Seorang remaja berusia akhir dua puluhan mendekati mereka. Zee tersenyum lalu mengambil notebook yang dibawa remaja tersebut. "Siapa namamu?" tanya Zee lembut. "Sorn, Phi," jawab remaja itu dengan semangat. "Baiklah, untuk Sorn yang cantik," Zee menuliskan kalimat tersebut diikuti tanda tangannya. Selesai menandatangi, Zee memberikan notebook tersebut kepada Body, agar Body juga ikut menandatanginya. "Kenapa aku juga harus tanda tangan?" tanya Body dengan nada tidak senang. "White, dia fans kita, kau juga harus memberi tanda tangan agar kebahagiaannya lengkap." Remaja bernama Sorn tersebut mengangguk, "Phi White, berikan aku tanda tanganmu, aku mohon," Body terpaksa mengambil notebook tersebut dan menandatanginya dengan en

