Terdesak

2175 Kata

Sisil terus mengayunkan langkahnya berjalan pergi keluar dari kafe. Dia masih belum mempercayai apa yang baru saja dia dengar dari Leo. Dalam hati dia terus berpikir, bisa-bisanya Leo mengajaknya menikah padahal mereka baru saja bertemu sekali, dan yang lebih mengejutkan lagi, Leo malah menawarinya sejumlah uang yang dia perlukan.   Alis matanya berkerut seketika saat mengingat kembali sosok Leo pada pertemuan pertama mereka. “Pas ketemu waktu itu, dia cuman pake kemeja sederhana khas orang kantoran, mobilnya juga mobil yang biasa saja, bahkan jauh dari jenis mobil mahal, hanya karyawan engineering, tapi... Bisa dia punya cek dan nyuruh gue buat nulis sejumlah uang di cek itu? Oke... kalau geu cuman nulis sejumlah harga mobil, tapi kalau gue mata duitan, nulis... Misalnya satu milyar, d

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN