"Kau ini semakin kurus kering saja. Mentang-mentang musim kemarau panjang kau menyerupai pohon tak berdahan," ucap Ferdy dengan gaya bicara kemayunya. Bunga tertawa riang, lelaki setengah dewa ini bisa mencairkan suasana hatinya yang sedang pilu. Candaannya sebagai obat yang langsung tembus dalam kalbu. "Aku tidak kurus kering, Fer!" "Lalu apa?" tanya Ferdy dengan tatapan malasnya sambil memainkan kukunya. "Kenapa kau bisa datang ke sini? Lalu siapa yang memberitahumu kalau aku sedang ada di sini?" tanya Bunga dengan beruntun. Seolah tak membiarkan Ferdy duduk dengan lengah, barang sekejap saja. "Ck. Sejak kapan kau beralih profesi sebagai wartawan?" tanya lelaki kemayu itu menatap malas ke arah Bunga. "Kalau bertanya itu satu-satu jangan diborong gitu, deh!" Bunga tertawa lagi, Fe

