Bab. 30.

1430 Kata

Reski mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang. Dia tidak pulang ke rumah, melainkan memilih ke rumah orang tuanya. Dia butuh seseorang untuk mencarikan solusi untuk masalahnya. "Kau datang? Di mana menantuku?" tanya Tuan Hardi saat putranya sampai di rumahnya. "Aku baru saja dari rumah Ayah. Rencana untuk menjemput Bunga tapi usahaku sia-sia," jawab Reski dengan wajah lesu. "Ada apa dengan wajahmu?" tanya lelaki paruh baya itu. "Ini hadiah dari ayah mertua, Pa!" Reski menjawab dengan mengelus pelan pipinya yang masih terasa nyeri. "Sudah, jangan bersedih, Bunga mungkin butuh ketenangan. Kita makan dulu, nanti dibicarakan lagi," ajak Tuan Hardi menepuk pelan pundak putra sulungnya. "Iya, Res. Papamu benar, kita juga akan bicara serius setelah makan malam," sahut Nyonya Inggrid.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN