Sore harinya, Bunga datang menemui Ayahnya, dia sengaja menyetir sendiri. Nanti Siska akan menyusul kalau dia sudah menyelesaikan tugasnya. Bunga menikmati perjalanan sore itu dengan kemacetan yang terjadi. Perjalanan sedikit lambat, cuaca mendung dan suara petir sedikit membuat Bunga bergidik. "Hujan enggak ya? Padahal aku pengen mampir ke makan Ibu?" Bunga serasa ragu karena cuaca yang tak mendukung. Setelah bisa keluar dari macetnya jalan raya, wanita cantik itu mulai masuk ke perumahan di mana rumah Ayahnya berada. Wanita cantik yang memakai baju sederhana itu tak jadi mampir ke makan ibunya. Alasannya takut hujan dia akan pergi bersama ayahnya saja. Hanya hitungan menit, Bunga memarkirkan mobilnya di depan rumah sederhana milik orang tuanya. Kebetulan Ayahnya duduk di teras sambil

