"Maaf, Nona, aku terlalu terburu-buru," ucap lelaki tampan itu dengan menatap wajah Bunga tanpa kedip. "Ah, iya. Tidak masalah untukku, Tuan! Silakan lanjutkan perjalanan Anda," jawab Bunga dengan nada sopan. Bunga dan seseorang itu hanya saling diam, hingga salah satu orang di sisi lelaki tampan itu bersuara. "Tuan, kita sudah ditunggu!" "Ah, iya!" Lelaki itu pergi dari hadapan Bunga tanpa mengucapkan satu kata pun. Setelah permintaan maaf itu. Dan untuk Bunga tak jadi masalah karena mereka bertemu pun dalam insiden. "Kakak tidak apa-apa?" tanya Siska setelah lelaki misterius itu pergi. Bunga menoleh, "Tidak apa-apa Sis! Ayo kita masuk, nenek lampir akan kultum kalau kita terlambat datang!" Siska terkikik geli saat membayangkan wajah Ferdy yang menahan amarah dan juga omelan yang k

