Hari yang ditunggu Nyonya Inggrid pun tiba, wanita itu sangat senang saat sore tiba. Karena dia akan melihat wajah lugu sang menantu dan juga wajah kehancurannya dalam sekali waktu. Bahkan, kalau memungkinkan, dia akan merekam setiap ekspresi menantunya saat berita panas ini akan dibicarakan. Pagi tadi, wanita paruh baya itu sudah bicara pada suaminya. Dia ingin lelaki pujannya itu pulang cepat karena anak-anaknya akan datang untuk menginap. Dan Tuan Hardi pun menyanggupi keinginan istrinya. Sore ini, tak biasanya wanita paruh baya itu menyuruh asisten rumah untuk memasak masakan yang banyak, dengan menu yang berbeda. "Kamu tahu enggak Bi?" tanya Mbak Sri ke Bi Ijah. "Apa, Sri?" "Alasan kenapa Nyonya enggak marah-marah sejak beberapa hari lalu?" tanya Mbak Sri. Bi Ijah menggeleng, "

