"Sejak kapan kalian mengetahui semua ini?" tanya Tuan Hardi menatap ke arah istri juga anaknya. Hera hanya diam, menundukkan pandangan. Sedangkan Nyonya Inggrid menatap lelaki paruh baya yang masih terlihat tampan itu. "Baru dua hari yang lalu," jawab Nyonya Inggrid dengan nada santai. "Apakah semua ini rencana busukmu untuk menyingkirkan menantuku?" tanya Tuan Hardi dengan tatapan menyelidik. Wanita paruh baya itu terlihat kaget dan gugup, namun tak lama dia bisa menguasai semua ekspresi itu dengan menjawab pertanyaan suaminya. "Jangan asal menuduhku! Kalau kau tidak percaya dengan semua ini, kenapa kau tak temui Rosmala saja dan bicara padanya?" "Ya, aku akan menemuinya, dan salahkan aku jika kalian berdua terlibat dengan semua keadian yang menimpa Reski!" Tuan Hardi menatap marah

