Bab. 27.

1533 Kata

"Mari kita bercerai, Mas!" Setelah mengatakan itu, Bunga melanjutkan langkah kemudian memilih menutup pintu ruang ganti. Bunga menangis dalam diam sambil bersandar pada pintu. Hatinya remuk karena suaminya sudah berniduri wanita lain. Dan parahnya lagi wanita itu adalah seseorang yang dibanggakan oleh ibu mertuanya juga adik iparnya. Bunga tak bisa kalau harus menerima, bahkan memaafkan semua itu. Dia hanya manusia biasa, dia ingin sekali saja di hargai dan diperhatikan keberadaannya. Posisinya sebagai istri juga menantu setidaknya diperhatikan. 'Ya, aku sudah memgambil keputusan, aku tinggal bicara dengan ayah juga Papa. Aku tidak bisa hidup sebagai istri tua. Lebih baik hidup sendiri tanpa suami!' Bunga bicara sendiri, apa yang sudah ia ucapkan tak akan pernah ia ralat. Suaminya bole

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN