“Al, 2 minggu lagi festival loh. Gue tau lo kesel, tapi kesampingkan sedikit ego lo.” “Lo tau gak sih Rian itu udah keterlaluan.” Bimo menghela nafas panjang. Sepertinya kini cukup sulit untuk berunding dengan Alfi. Sudah sejak tadi ia membujuk Alfi agar kembali fokus mempersiapkan band mereka untuk menghadapi festival, namun Alfi sama sekali tak merespons baik. Bukannya tak memikirkan perasaan Alfi, hanya saja Bimo ingin bersifat profesional. “Gue tau, cuma kasihan kan yang lain. Gak sedikit loh waktu yang kita habisi buat latihan selama ini. Lo coba pikir lagi deh.” “Entar deh gue pertimbangin. Gue ke kelas dulu, udah mau bel. Jangan lupa kunci pintunya.” Alfi berlalu dari hadapan Bimo keluar dari ruang musik. Sebenarnya Alfi tidak ingin seperti ini. Namun mengingat sifat Rian yang ta

