Flashback on.. Dean pov Pagi~pagi aku sudah berada di rumah Paman Wijaya, papanya Queeny. "Sarapan Dean?" Paman menawarkan makan pagi bersamanya. "Tak usah Paman. Aku sudah beli makan tadi, sekalian belikan Queeny sarapan." Paman menatapku dengan perasaan tak enak. "Maaf ya kalau Queeny selama ini ngerepotin kamu Dean. Anak itu entah kapan bertobatnya. Apa dia masih suka semaunya sendiri?" Aku tersenyum geli mengingat polah tingkah gadisku selama ini. Masih semaunya, tapi terasa manis. "Kadang begitu. Tapi kurasa ia sudah banyak berubah. Bahkan dia mau bekerja." Paman Wijaya membelalakkan matanya. "Queeny kerja? Biasanya kerjaannya cuma menghamburkan duit saja! Itu kemajuan pesat namanya!" Paman terlihat terharu dan bahagia. "Terima kasih, Dean. Berkat kamu Queenyk

