Queeny pov Gue bingung sendiri. apakah seharusnya gue menangis, menyesal atau bahagia? Akhirnya sesuatu yang gue jaga sejak dulu telah hilang! Kebanggaan gue sebagai gadis bermartabat luruh sudah. Dan semua itu gara~gara Udik sialan! Dia yang membuai gue hingga semudah itu gue menyerahkan segalanya untuknya! Gila! Gila! Gila! Pesona apa yang ada pada dirinya hingga membuat gue lupa segalanya? Ganteng, sih. Seksi, sih. Baik, sih ... tapi udik! Masa gue takluk pada orang udik? Apa kata dunia? Kalau dipikir~pikir lagi tentang semalam, sebenarnya gue yang memancing atau Udik yang agresif, sih? Jadi, ini salah siapa? Kalau ketahuan Bokap, pasti gue lagi yang disalahkan. Secara di mata Bokap, gue yang agresif sedang Udik yang polos. Padahal, Bokap belum tau saja belangnya Udik

