“Pelakunya berhasil masuk ke rumah sakit untuk melukai Alice.” Mendengar itu Mino langsung membuang rokok yang bahkan baru ia nyalakan itu. Mencampakkannya penuh emosi kemudian menarik kerah kemeja Tan yang adalah atasannya sendiri. “Bisa-bisanya! Bukankah penjagaan kalian itu dua puluh empat jam?” “I-iya. Tapi pelaku menyamar menjadi dokter. Aku sudah menghukum anggota kita yang lalai itu.” “Ini bukan soal hukumannya tapi bagaimana kita bisa mengorek informasi dari Alice jika dia koma?” kesal Mino yang tak lagi bisa berkata-kata setelah mengetahui kejadian ini. Kepalanya berdenyut hebat. Tak lama ponselnya berdering. Mino melihat asal panggilan yang ternyata adalah dari Irene kekasihnya. Mino menarik napas lebih dulu sebelum bersiap untuk menyampaikan kabar buruk pada Irene. “Hal

