23

1008 Kata

23 Abimanyu kaget saat tiba-tiba saja di depan kubikelnya berdiri teman satu divisinya dan memberi tahu jika ada yang mencarinya di lobi kantor. Abi segera melangkah dan menemukan Sesil yang berdiri membelakanginya. "Sil tumben, ngapain sampe ke sini? Kok nggak nelepon aja atau ..." Sesil berbalik dengan wajah serius ia melangkah mendekati Abimanyu. Menatap dalam-dalam laki-laki yang sangat ia cintai tapi kali ini ia ingin marah meski tetap tak bisa jika melihat wajah sabarnya. "Makasih lu peduli sama gue sampe repot-repot nyariin gue pasangan, tapi lu kan tahu kalo gue sukanya sama lu, terus terang gue tersinggung, lu ngundang gue ke cafe itu, ok gue datang tapi lu malah ngenalin gue ke pak pol dan ninggalin kami berdua di sana, untung dia paham dan nggak sakit hati waktu gue bilang g

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN