24 Mau tak mau Abi membuka pintu kamarnya lebar-lebar karena Pandu seolah memaksa masuk, Pandu duduk di kursi yang ada di kamar itu sedang Abi duduk di kasurnya. Pandu melihat Abimanyu yang terlihat resah. "Aku hanya ingin Jefri bisa lebih dekat sama Sesil, masa aku salah Kak?" Pandu menghela napas. "Kamu tahu kalo dia sukanya sama kamu kenapa kamu malah berusaha agar dia deket sama temen kamu? Itu yang bikin Sesil marah." Abi hanya mengangguk perlahan sambil menerawang ke arah langit-langit kamar. "Aku belum bisa seutuhnya nerima Sesil, sebagai teman iya tapi belum untuk yang lain, aku ..." "Kamu masih belum bisa menghilangkan cinta kamu sama Dayana kan?" Pandu melanjutkan ucapan Abimanyu yang menggantung. "Aku nggak mau hubungan kita jadi nggak enak Kak, aku memang masih mencinta

