26 "Selamat pagi." Sapaan Abimanyu membuat Sesil kaget, ia berbalik dan melihat Abi pertama kali menggunakan celana pendek dan kaos tanpa lengan. "Nggak buruk kan satu unit sama aku? Aku bukan laki-laki b******k yang akan merusak kamu, aku hanya butuh teman saat aku sedih dan sepi." Sesil yang juga menggunakan baju sama dengan Abi meraih kopi panas dan duduk di ruang makan mungil yang hanya terdiri dari dua kursi saja. "Maaf lu gak gue bikinkan kopi." "Aku nggak ngopi." "Lah itu di dapur lu ada." "Ya pingin aja, siapa tahu ada yang mau saat ke sini, ke unit ini ya baru kamu yang aku bawa, mama, Pandu aja belum." "Kenapa harus gue?" "Karena cuman kamu yang aku rasa pantas aku bawa ke sini." Keduanya duduk berhadapan, Abi menatap Sesil yang terus menyesap kopinya. "Kita nikah yuk

