Zeta mengusap wajah nya berulang kali, berusaha menyingkirkan bayangan seseorang yang tadi di lihat nya di rumah sakit. Dia tidak boleh di kuasai oleh hal itu, Malvin benar apa pun hal terburuk yang dia alami nyata nya itu tidak semenakutkan yang di pikirkan nya. Zeta melirik ke arah Malvin yang menyetir di samping nya, sejak dari rumah sakit tadi cowok itu banyak diam dan tidak berbicara, tidak seperti biasa nya. "Kamu bilang sama aku kalau ngelamun itu gak baik, tapi kamu malah ngelamun." Seru Zeta sedikit menyindir Malvin. Malvin menghela nafas nya perlahan, "Siapa yang ngelamun sayang?" "Kamu, kan daritadi yang diam kamu terus." "Loh emang kamu gak diam? Orang kamu juga gak ngomong." Zeta berdecak kesal, dan membuang pandang nya ke luar jendela. Malvin melirik gadis itu, sebelah

