Zeta perlahan membuka mata nya saat merasakan dingin menyentuh permukaan kulit nya. Hal pertama yang di lihat nya adalah langit-langit kamar berwarna coklat, seketika sebuah bayangan melintas di benak nya. Gadis itu langsung saja terduduk dengan nafas terengah, dan menatap liar sekeliling kamar tersebut. Kini di mata Zeta hanya ada bayangan-bayangan kejadian itu, semakin bayangan itu masuk ke otak nya semakin apa yang di lihat nya sekarang nyaris sama seperti kamar itu. "Enggak--enggak lupain! Enggak lupain Zeta lupain!!" Zeta mencengkram rambut nya, dan menggelengkan kepala nya berulang kali. DUARRR... Zeta tersentak kaget saat suara petir itu terdengar, di iringi dengan hujan yang turun begitu deras. Perlahan nafas gadis itu mulai kembali beraturan, bayangan-bayangan kejadian buruk i

