Alia berjalan menuruni anak tangga menuju kamar Adam yang ada dilantai dasar dengan Dimas yang juga ikut berjalan dibelakangnya. Dan secara bersamaan pula Fahri berjalan keluar dari kamar Adam dan memeluk Alia dengan mesra dihadapan Dimas. Entah mengapa Dimas langsung berdehem kesal melihat momen mesra tersebut yang agak risih menatap mantan istrinya memiliki kekasih baru lagi. "Kalian berdua belum menikah dan tidak pantas berpelukan seperti itu," keluh Dimas secara spontan, bahkan ia sendiri tidak tahu mengapa ia terlihat begitu risih saat ini. "Memangnya kenapa, bro? Alia juga bakal jadi istriku sebentar lagi." Fahri melepaskan peluang dari Alia dan menatap Dimas tanpa ragu. "Ya gak masalah sih, bukan urusanku juga. Aku cuman menasehati saja kalau itu namanya Zina. Tapi kayaknya susah
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


