33

1067 Kata

Dengan langkah hati-hati, Dimas mendekati kamar Alia yang masih terdengar isak tangisnya. Dia melihat Alia duduk di atas tempat tidur, wajahnya tertutup oleh tangannya yang sedang menangis. Tanpa berkata apa-apa, Dimas duduk di sampingnya dan menawarkan sapu tangan kepadanya. Alia mengangkat wajahnya dan menerima sapu tangan itu dengan gemetar. Dia mencoba membersihkan air matanya yang masih berlinang. Saat ini, mereka berdua duduk di dalam keheningan yang tegang, sampai akhirnya Dimas memutuskan untuk berbicara. "Alia, maafkan aku," kata Dimas dengan suara yang lembut, tetapi masih terdengar arogan. Alia menatapnya sambil masih menghapus air matanya. "Kamu tahu, Dimas, kata-katamu tadi sangat kasar." Dimas merasa canggung dan kini ia mencoba meredakan ketegangan diantara mereka. Dimas

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN