32

996 Kata

Setelah berhasil menyuapi Adam dan meyakinkannya untuk tidur, Dimas meninggalkan kamar itu dengan piring kosongnya. Dia berjalan perlahan ke dapur, mencoba mengurangi ketegangan yang masih menyelimuti dirinya akibat perdebatan sebelumnya dengan Adam. Ketika sampai di dapur, dia tersenyum melihat Alia dan Fahri yang duduk di meja makan, tetapi ekspresi Alia masih jelas menunjukkan ketidakpercayaannya pada Dimas. Dimas langsung menaruh piring kotor itu kedalam wastafel dan menghela nafas sejenak, sebelum akhirnya ia berbalik badan dan menatap kearah Alia dan Fahri yang tampak ingin berbicara langsung dengan Dimas saat ini. Fahri memecah keheningan, mencoba berbicara lebih dahulu untuk menciptakan suasana yang lebih baik. "Bagaimana dengan Adam? Apa dia sudah tertidur?" Dimas mengangguk, "

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN