23

1154 Kata

Dimas membuka pintu kamar anaknya dan mendapati remaja itu sedang berbaring diatas ranjang dengan selimut tebal yang menutupi sekujur tubuhnya. "Kau selalu saja pura-pura tidur setiapkali aku datang kesini!" tukas Dimas yang langsung menarik paksa selimut tersebut seraya terduduk dipinggir ranjang dan menunggu Adam untuk menghentikan kepura-puraannya tersebut sampai ia bisa melihat jelas memar di sebelah mata Adam yang sudah mulai membaik. "Kau yang mulai duluan atau dia?" tanya Dimas kepada putranya itu, Adam yang saat ini telah duduk diranjang hanya menatap tajam kepada sang Ayah . "Jangan sok perduli!" pekik Adam yang terlihat tidak menyukai sang Ayah, sorot matanya seperti ingin menerkam hidup-hidup Dimas saat itu walaupun mata kiri Adam sedikit meredup karena memar tersebut. "Kau

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN