Sudah hampir tiga jam lamanya Alia dan Fahri menelusuri jalan raya dikota, mencoba menerka-nerka keberadaan Adam yang entah berada dimana. Kini mereka seperti sedang berkejar-kejaran dengan waktu untuk menemukan Adam duluan, ia tidak mau terjadi sesuatu yang buruk pada anak semata wayangnya itu. Meskipun Alia tahu kalau Fahri mulai merasa letih, tetapi ia malah berpura-pura mengacuhkan hal tersebut karena baginya tidak ada salahnya dong bila sekali saja ia bersikap egois dan berhenti perduli pada kesehatan Fahri. Ia benar-benar membiarkan kekasihnya itu mengendarai mobil berjam-jam tanpa membiarkan Fahri berhenti sejenak, dan Fahri juga sebenarnya menghormati keputusan Alia saat ini dan berusaha untuk menjadi lelaki yang terbaik dimata Alia dengan tetap berjuang menahan rasa kantuknya.

