27

987 Kata

"Aku benar-benar bingung Fahri, apakah aku harus merasa senang atau menyesal saat ini!" ucap Alia yang sedari tadi tidak berhenti mondar-mandir didalam ruang tamu. "Aku mengerti, tapi kamu harus tenang sekarang." Fahri berdiri, ia sudah tidak tahan melihat kekhawatiran Alia yang terus saja berlalu-lalang dihadapannya. "Besok kita cari Adam ya? aku yakin tadi itu Adam." Fahri memeluk Alia, ia mengelus rambut hitam wanita itu dan mencium ubun-ubun kepala Alia. "Kita bakal cari dia ya, aku akan ambil cuti seharian buat nemanin kamu." "Makasih Fahri, jujur aku bakal senang banget kalau emang itu Adam.Dia benar-benar sudah sembuh, kamu lihatkan tadi?" Alia tidak bisa menyembunyikan raut wajah bahagianya, ia mendongakkan kepalanya keatas untuk menatap Fahri yang sedikit lebih tinggi darinya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN