Sore harinya, sepulang dari kantor, Aleeya memarkir motornya seperti biasa. Langit sudah mulai meredup, matahari menggantung rendah di ufuk barat, mewarnai langit dengan semburat jingga keemasan. Tapi yang membuat langkah Aleeya tertahan bukan cahaya senja—melainkan dua mobil asing yang terparkir di depan rumah Kaivandra. Mobil-mobil itu bukan mobil tetangga. Satu hitam mengkilap dengan plat nomor luar kota, satunya lagi SUV abu-abu yang jelas-jelas bukan kendaraan sehari-hari di komplek mereka. Naluri penasaran Aleeya langsung menyala. Dia tidak langsung masuk rumah. Sebaliknya, dia menyandarkan helm di pinggir pagar dan berjalan santai ke arah rumah Kaivandra. “Pak Roni,” sapa Aleeya ramah sambil sedikit menunduk. Satpam rumah Kaivandra menoleh dan tersenyum. “Wah, Mbak Aleeya. Baru

