Tak Tau Diri

1145 Kata

Lorong kantor Devara Holdings siang ini tak seramai biasanya. Waktu menunjukkan pukul dua lewat sepuluh, sebagian besar karyawan sedang kembali dari jam makan siang, beberapa baru masuk ruang meeting. Aleeya melangkah keluar dari ruang rapat di lantai delapan dengan map berwarna hitam di tangan kirinya. Di sampingnya, Nadia—sekretaris pribadi Kevin—tersenyum kecil sambil mengangguk sopan. “Thanks, ya, Aleeya. Data kamu lengkap banget, kayak biasa,” puji Nadia sambil menyesuaikan posisinya membawa laptop. Aleeya hanya tersenyum hangat. “Sama-sama, Mbak. Tinggal follow-up dari tim finance minggu depan. Aku akan kirim update-nya lewat email.” Keduanya berjalan beriringan menuju lift. Namun langkah Aleeya mendadak terhenti ketika melihat sosok bergaun krem elegan dengan rambut panjang yang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN