Ketika Hati Bicara

1425 Kata

Ruang makan penuh dengan suara denting sendok dan garpu yang beradu dengan piring. Lampu gantung bergaya klasik memancarkan cahaya hangat, menciptakan suasana tenang yang terasa jauh dari hiruk-pikuk kota. Di ujung meja, Kaivandra duduk di kursi rodanya, sementara Aleeya duduk di samping, menyendokkan nasi dan lauk ke piringnya. “Coba ini, A’,” ujar Aleeya sambil menaruh sepotong ayam kecap di sisi piring Kaivandra. “Tante Vania masaknya pas banget hari ini. Ayamnya empuk.” Kaivandra tersenyum tipis dan mencicipinya. “Hm. Bener juga,” gumamnya pelan. Aleeya ikut tersenyum, lalu kembali memotong sayur di piringnya. Untuk beberapa saat, tak ada yang bicara. Hanya kesunyian lembut di antara dua orang yang sedang mengisi waktu dengan keheningan yang nyaman. Namun, seperti ada satu pertanyaa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN