“Del, yang rasa keju ini?” tanya Aleeya sambil mengangkat bungkus camilan tipis berwarna kuning cerah. Adell mengangguk cepat, matanya berbinar. “Itu yang Paman suka juga. Nanti kita nonton sambil makan ini, Kak!” Aleeya tersenyum, lalu memasukkan dua bungkus ke dalam keranjang. Mereka sedang berada di sebuah minimarket kecil yang terletak di salah satu sisi jalan besar kota Jogja, tak jauh dari pusat apartemen dan hotel mewah. Rencana sore itu sederhana—mencari camilan, lalu pulang dan menonton drama Korea favorit sambil menunggu Kaivandra bangun dari tidurnya yang masih lelap karena obat penenang. “Aku cari minuman dulu, ya,” kata Adell sambil berlari kecil ke lorong sebelah. Aleeya melangkah ke rak makanan ringan yang berada di sudut lorong, jemarinya menelusuri deretan keripik dan

