"Kerja bagus, Namoel." Alexa memuji kinerja pemuda kepercayaannya. Sejenak, Alexa celingukan ke sana kemari. "Di mana Amora?" Kening Namoel dibuat mengernyit heran. "Apakah Ratu tidak salah menanyakan gadis jadi-jadian itu pada saya?" Alexa terkekeh. "kupikir kalian selalu bersama." Mendengar ucapan Alexa yang bernada candaan itu membuat Namoel terjebak antara rasa kesal dan lucu. Ia memilih untuk memendam apa yang dirasakannya. Perasaan aneh yang tidak pernah dirasakannya sebelum ini. Turun dari kapal, di sana dia berhenti di salah satu kedai teh. Tidak sendirian dia mengajak serta Jenderal Juan dan Namoel. Bukan tanpa alasan Alexa mempertemukan keduanya. Tentu karena Alexa tahu jika keduanya memang ahli perang dan satu-satunya hal yang paling mereka butuhkan adalah bersatu. Di sana

