Brak! Arnold menghantamkan tubuh Caden ke dinding dengan sangat keras. Tangan pria itu terangkat nyaris menghantam wajah dan lebih keras. Lebih dari itu, dalam diri Arnold bergejolak hasrat ingin membunuh pria di hadapannya. Pria itu benar-benar merasa bersalah dengan orang yang diangkat menjadi ketua dan pimpinan mereka. Dengan sengaja Arnold mencengkeram kerah baju Caden. Wajah keras itu sudah memerah kayaknya kepiting rebus. Terbakar amarah hingga bergejolak. "Dasar b******k! Apa yang kau lakukan sarden kenapa kau diam saja?! Apakah kau lupa tugasmu! Seharusnya malam ini Arthur sudah tamat!" Bentakan Arnold tepat di depan wajah Caden. Namun, sang pemimpin itu tidak bereaksi apa-apa. Alih-alih balik marah, Caden justru menghambat cakalan Arnold dengan santai. Caden menjauhkan diri d

