Sepertinya rambut perak bukan hal yang asing di benak Athea. Rasanya dia pernah mendengar mengenai rambut perak, sayangnya Athea lupa. Ah, tapi bukan tentang rambut perak yang terpenting sekarang. Melainkan bagaimana Athea segera menolong pria yang bersimbah darah yang menghalangi jalannya itu. Dengan hati-hati, Alexa turun dari kuda yang ia tunggangi. Kedua matanya menyipit, menatap waspada pada sosok pria itu. Satu tangannya menyentuh pundak dari sosok yang terlungkup tak bergerak itu. Tak mendapatkan respons, Alexa segera membalikkan tubuh pria itu dan seketika ia langsung dibuat terkejut melihat pria bersurai perak yang telah basah oleh cairan darah. Athea tidak bisa melihat dengan jelas bagaimana rupa pria itu karena selain faktor pencahayaan dan kotornya tanah maupun darah yang menu

