Selama si pria masih terlelap, Athea memandangi penampilan pria itu bersurai perak itu penuh ketakjuban. Seraya membasuh wajah dan kotoran yang menempel pada tubuh itu, Athea tak henti-hentinya tergelitik karena rambut perak yang sangat menawan. Tangannya terulur, menyentuh helaian rambut perak yang sangat lembut bagai sutera. Tekstur rambut yang sangat terawat bak para bangsawan. "Siapa kau sebenarnya?" gumam Athea menatap lekat wajah Arthur yang begitu rupawan. Lihatlah, bagaimana Tuhan memahat rahang tegas nan kokoh, pipi tinggi yang penuh kewibawaan. Alisnya begitu lebat, tetapi tampak begitu rapi disempurnakan dengan tulang hidung tinggi yang menyempurnakan penampilannya. Pesonanya tak cukup sampai di sana, sepasang kelopak mata yang terkantup itu juga sangat menawan, meruncing taja

