Menyadari Keberadaan Musuh

1058 Kata

Athea hampir kelupaan membawakan Arthur makan malam karena ia tadi sangat panik mendengar sang kakak terluka parah. Tak henti-hentinya Athea menangis tatkala melihat sang kakak berteriak kesakitan di tengah pengobatan. Kini, malam telah sangat larut. Athea bergegas berjalan menuju gudang belakang. Kriet .... Menyalakan lilin kecil di tangannya, Athea dibuat nyaris memekik terkejut tatkala ia menaikkan pandangan, wanita itu mendapati seorang pemuda sudah berdiri di balik pintu. "Astaga, apa yang kau lakukan?!" cerca Athea ngos-ngosan sambil mengelus d**a dengan tangan sebelahnya yang digunakan sebagai gantungan keranjang anyam berisi makanan Arthur. "Kukira kau orang asing. Jadi, aku harus bersembunyi atau seseorang akan mengira aku pencuri." Arthur beralasan. Sejenak pria itu terdiam,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN