Semua telah direncanakan dan Amora tidak tahu apa-apa. Seandainya bukan karena ibu suri, ia akan menjadi orang paling bodoh di kerajaan. Gadis itu melangkah cepat, menyusuri jalan setapak yang menghubungkan setiap bangunan di istana. "Hei, Namoel!" teriak Amora dari kejauhan. Gadis itu mempercepat langkahnya agar bisa menyusul langkah panjang Namoel Yangs udah jauh di depannya. Merasa namanya dipanggil, Namoel tidak langsung berhenti. Pemuda itu menoleh sekilas ke belakang, begitu mendapati Amora yang mengejarnya, pandangannya kembali lurus ke depan. Alih-alih memperlambat langkahnya, Namoel justru semakin mengencangkan ritme langkahnya. Tindakan yaitu langsung didasarkan oleh Amora. Membuat gadis itu lalu berlari cepat, ketika sampai tepat di belakang pemuda itu, Amora langsung menarik

