Perlahan sepasang kelompak mata itu mengerjap. Bulu lentik yang menghias tepian mahkota indah itu tampak bergerak anggun. Manik legam yang bersembunyi senyap itu berlahan bergerak ragu. Mengernyit, tatkala tajamnya cahaya matahari menusuk langsung ke dalam manik lemah. Sampai beberapa saat menyesuaikan pencahayaan di sekelilingnya, baru 'lah sepasang kelopak mata indah itu terbuka sempurna meski dengan tatapan sayu. "Syukurlah, kau sudah sadar," ucap suara lembut yang masih belum bisa Alexa kenali. Sekujur tubuh Alexa masih sangat lemas. Ia menggerakkan tubuhnya pelan, menolehkan kepala ke arah asal suara. Keningnya langsung mengernyit tatkala ia menyadari keberadaan Velerey di sana. "Di mana aku?" gumam Alexa kebingungan. "Kau pulang, Athea." Velerey berkata tanpa memandang balik san

