Chapter 12 - ( Kau Di mana )

905 Kata
Season 1 selesai berlanjut di season 2 dengan judul: Haruno. Chapter 12 . (Kau Di Mana) . Gadis remaja itu berlari kecil, mendekati laki-laki remaja. Yang kini terkapar tak berdaya. Darah membasahi aspal. Isak gadis bersurai merah muda panjang sebahu itu terus memanggilnya berkali-kali.  Semua keluar dari mobil juga turun dari motor. Pejalan kaki yang tadinya sibuk dengan tujuannya, berkerumun melihat kejadian itu.  "Huukk.. Hakkhh.." Suara batuk tertahan, darah terlihat keluar dari mulut laki-laki remaja itu. "Sasukee!! Bangun tetaplah sadar lihat aku jangan pejamkan matamu, Sasuke!!"  Gadis itu terus memanggilnya, isakan membuat yang mendengarnya tersayat.  "Huuk.. Hukkh.."  Terbatuk pelan seakan memaksa dari laki-laki remaja itu membuat tangisnya semakin pecah.  "Kenapa kalian semua hanya diam?! Paman, antar kami membawa orang ini!"  Suara nyaring laki-laki remaja berambut merah yang langsung, menggendong sosok yang kini telah tak berdaya.  "Sasori.. Hikss.. Sasuke... Diaa tolong diaa Sasori.." Isakan yang membuat yang dipanggil Sasori itu terlihat panik. . . . . Sasori mengendarai mobil secepat yang dia bisa, menyalip  terburu-buru melewati yang menghalangi tujuannya. Sementara gadis bersurai merah muda itu mencoba membuat laki-laki yang bersimbah darah itu tetap sadar. "Sakura, tetaplah buat Sasuke sadar jangan biarkan dia kehilangan kesadarannya! Sial dia parah sekali!" ucap Sasori sangat tegas. "Hikkss.. Sasuke, lihat aku jangan memejam matamu... Aku mohon lihat aku Sasuke!" Tiiinnn!!!! Tiiinn!!! "b******k!! Kalian minggir!!" "Anak muda dinginkan kepalamu, kau harus tenang" ucap orang paruh baya yang duduk disebelah Sasori kini terlihat panik setiap Sasuke terbatuk.. "Uhuukk.. Ha.. Ru... No.."  "Iyaa, ini aku Sasuke.. Hikss.. Sasu.." . . Sesampainya mereka di rumah sakit. Sasori langsung membawa Sasuke ke dalam rumah Sakit. Suster maupun Dokter langsung menghampiri mereka, membawa Sasuke ke ruang ICU. "Kalian berdua tidak boleh masuk tunggu di luar doakan saja teman kalian!" ucap Dokter lalu pintu ruang ICU tertutup.  Sakura dan Sasori terdiam menatap ruang ICU. "Kalian berdua harus bersabar dan yakin dia bisa melewati masa kritisnya," ucap orang paruh baya yang kini menepuk bahu, Sakura dan Sasori. Sasori dan orang paruh baya itu pergi untuk menemui keluarga Sasuke.  Sakura terus mendoakan Sasuke. Di tempat duduk dekat ruang ICU.  "Kami-Sama, tolong Sasuke. Agar dia bisa melewati masa kritisnya. Aku memang tak ingin melihatnya tapi jangan cara yang seperti ini."  Rumah yang begitu besar dan megah terlihat indah bagaikan istana. sosok yang terlihat elegan, Itachi Uchiha yang kini sedang melihat bingkai foto yang cukup besar di ruang tamu.  Foto kedua orang tua nya, adiknya yang dia selalu jaga terpampang jelas.  "Aku akan menjaga, Sasuke dengan nyawaku."  "Tuan muda Itachi, gawat!" Beberapa pelayan menghampiri Itachi. Sasori langsung berbicara tegas, "Sasuke, dalam keadaan kritis! Kau kakaknya kan? Cepat kita ke haru rumah sakit sekarang!" ucap Sasori. Sasori tak mempedulikan posisinya saat ini membuat tata krama atau apapun. Itachi langsung berlari mendekati Sasori, menyuruh pelayannya menghubungi Dokter yang paling terkenal di Konoha.  . . Sakura Pov. . Tubuh ini tak mau berhenti gemetar juga kedua tangan ku saling menggenggam erat.  Aku terus memikirkannya dan mendoakan nya berharap apapun hal buruk tak akan terjadi padanya. "Sakura?!"  Aku menoleh ke arah asal suara yang memanggilku, Sasori bersama seseorang yang aku yakini itu keluarnya.  "Sakura, tenangkan dirimu," ucap Sasori sambil menggenggam kedua tanganku. Aku terus terisak, sesekali tanpa sadar memanggil nama Sasuke. "Kenapa bisa terjadi hal buruk pada Adikku? jelaskan semua!"  Tanya seseorang yang disebelah Sasori, kami bertiga duduk bersebelahan menunggu kabar dari Dokter bagaimana keadaan Sasuke. Sambil menjawab beberapa pertanyaan dari kakak Sasuke yang bernama Itachi Uchiha dan ini pertama kali aku mengenalnya. Aku menceritakan semuanya saat, pertanyaan apa hubunganku dan Sasuke. Aku bingung harus menjawab apa lalu aku menceritakan semuanya.  Sasori sangat kesal mendengar apa saja yang aku bicarakan termasuk kakak Sasuke sendiri. Akhirnya kakak Sasuke membawaku untuk memastikan diriku, hamil atau tidak tapi hasilnya aku positif hamil dan sudah mencapai 1 minggu.  Itachi dan Sasori terlihat sedang berdebat. Aku hanya diam, jika aku harus menggugurkannya, aku memilih untuk menjawab tidak!  "Sial! Ternyata kau sama saja dengan adikmu!" ucap Sasori tegas. "Hnn, aku hanya ingin jalan yang terbaik kau tau adikku itu sangat keras kepala. Lebih baik, Sakura pergi dan masalah kebutuhanya, aku yang menanggungnya," balas Itachi tenang. Aku mendekati mereka berdua, aku memilih mengikuti apa yang Itachi sarankan, menjauhi Sasuke. Dokter keluar dari ruang ICU dan memberi kabar baik juga buruk, yang baik adalah Sasuke bisa melewati masa kritisnya dan buruknya Sasuke harus kehilangan tangan kirinya. Aku hanya bisa menangis mendengar apa yang dikatakan Dokter.  Aku senang dia bisa melewati masa kritisnya.  . . . . Aku selama seminggu ini selalu menjenguk, Sasuke yang masih terbaring koma.  "Sakura, mulai besok semua akan aku urus. Aku juga sudah menjelaskan pada bibimu.  Dia menerima permintaanku ini. Aku akan membantumu.. Tenanglah kau dan Sasuke pasti akan bersama jika Adikku ini sadar dari kebodohannya." Aku membalas ucapan Itachi dengan anggukan, aku menatap Sasuke yang kini terbaring tak sadarkan diri.  "Tolong berikan ini pada Sasuke saat dia sadar nanti," ucapku sambil memberikan surat pada Itachi. Dia membalas senyum padaku begitu juga aku. . Sakura Pov End. . Sasuke Pov. . . . . Aku hanya bisa membiarkan air mata ini menetes saat aku membaca surat yang dia berikan padaku. Aku sekarang bukanlah siapapun, hanya orang cacat yang duduk di kursi roda. 'Aku sangat membencimu mungkin akan selamanya, aku terus membencimu. Kau selalu berkata aku ini adalah milikmu apa karena kau menganggap  aku ini milikmu jadi kau berbuat semaumu Sasuke? Aku membencimu juga mencintaimu, aku akan selalu mengingatmu walaupun kita tak akan pernah bertemu. Jika kita bisa bertemu lagi aku sangat berharap dirimu bisa berubah lebih baik. Jika kau tetap sama maka aku sangat kecewa padamu. Sasuke aku memilih tidak menggugurkan milikmu ini. Aku akan menganggapnya sebagai dirimu. Aku akan selalu mencintaimu walau kau tidak mencintaiku Sasuke.' By. Sakura Haruno. . . . . . Aku melihat ke atas tapi air mata ini terus saja membasahi pipiku. Aku sadar jika aku benar mencintainya seharusnya aku membuang egoku dan bertanggung jawab atas semua yang aku lakukan padanya. . Sasuke Pov End. . NEXT SEASON 2 Judul ( Haruno ) (Awal dari semua) CERITA INI BERUBAH ALUR JADI DRAMA, ROMANCE, FAMILY DI SEASON 2 !
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN