"Kamu serius dengan adikku? Kamu tidak akan menyakiti perasaan Sueny, kan? Kamu yakin bisa menjaga dan membahagiakan Sueny?" "Iya, Kak, saya yakin." Serren tersenyum simpul, "Seberapa yakin?" "Sangat yakin. Sangat yakin maka itu saya ingin menikainya," kata Kevin mantap. Serren tersenyum, "Kata-katamu sama seperti yang Alex katakan kepadaku. Oke oke aku percaya." "Kak Alex berkata seperti itu, Kak?" tanya Sueny antusias. Serren tertawa, "Iya, dua minggu setelah aku mengenalnya, haha. Dia terlalu gila, tolong jangan ditiru." Kevin tertawa canggung. Entah mengapa setiap berhadapan dengan keluarga Sueny ia menjadi gugup dan canggung seperti ini, mungkin karena ia tidak terbiasa. Hal ini tentu saja berbeda seratus delapan puluh derajat dari image nya di kantor yang terkesan dingin dan m

