Sepanjang perjalanan pulang dari rumah Haiden menuju rumah Sueny, perempuan itu terus-terusan tersenyum kegirangan. Kevin yang tengah fokus menyetir pun, mau tak mau ikut-ikutan tersenyum, padahal ia tak tahu betul apa alasan Sueny menjadi tersenyum itu. "Ada apa denganmu, Sueny? Apakah kamu sudah tak sabar dengan pernikahan kita?" tanya Kevin, jelas sekali dari kata-katanya ia sekadar ingin menggoda Sueny. Sueny tersipu dengan kata-kata yang Kevin lontarkan barusan, refleks tangannya pun memukul pundak Kevin, "Apa sih, Jo? Sudah fokus menyetir saja," kata Sueny. "Serius, kenapa pulang dari rumah Kak Haiden kamu senyum-senyum terus seperti ini?" tanya Kevin. "Kak Ai sudah menerima kamu, buktinya tadi dia bersikap ramah. Ya Tuhan, aku benar-benar sangat senang," kata Sueny girang. "Ses

