Sueny melangkahkan kakinya menuju sebuah butik yang cukup besar, tak ketinggalan dengan Kevin yang berdiri di sampinya. Hari ini mereka mendatangi seorang desainer yang disarankan oleh Serren, hanya berdua, karena Serren sendiri tengah menghadiri pertemuan orang tua di sekolah Lei. "Aku sudah tidak sabar. Tapi jujur, aku juga merasa sedikit gugup." Sueny menatap intens kedua bola mata Kevin. Tapi tetap saja, tidak ada keraguan di matanya, Kevin sudah sepenuhnya siap dengan pernikahan yang akan dilaksanakan dalam kurun waktu kurang dari sebulan. "Huh, hanya aku ternyata. Ayo kita masuk dan bertemu orangnya. Aku benar-benar excited." Sueny merangkul lengan Kevin lebih erat lagi, seakan enggan terpisah bahkan sedetik. Sesampainya di dalam butik, dapat Sueny lihat seorang perempuan yang ber

