"Ka Alex." Dengan segera, Sueny mengejar langkah Alex yang baru saja selesai mencuci tangannya setelah puas menyantap iga bakar. "Iya, Sueny," kata Alex. Dengan segera, Sueny meraih tangan kanan Alex, merangkulnya erat dengan tatapan penuh harap. "Eh, ada apa Sueny? Kenapa?" tanya Alex bingung. "Bantu aku, Kak. Tepatnya, tolong bantu Jo. Sue memohon dari hati terdalam, sedalam-dalamnya yang paling dalam dari yang terdalam," kata Sueny memelas. "S-sueny, maksud kamu apa sebenarnya?" tanya Alex bingung setelah mendengar kata-kata rancau Sueny. "Bantu Jo menyelesaikan syarat gila dari papa itu," kata Sueny. "Tapi ... tapi itu kan sudah dua belas tahun yang lalu. Jenisnya pun sudah berbeda dari yang dulu," jelas Alex. "Tolong bantu Jo sebisa Kakak, ya. Sekecil apa pun tidak masalah. Ka

