"Jadi, ini ruangan kerjamu? Nyaman ya," kata Hendji. Kevin mengangguk, mengajak Hendji untuk duduk di sofanya. Sebelumnya, Kevin berpesan kepada Wahyu agar tidak megizinkan seorang pun masuk selama Hendji dan Sueny masih berada di ruangannya. "I-iya, Kak," kata Kevin gugup. Hendji tertawa, "Kenapa kamu terlihat tegang begitu? Santailah saja." "Kak," kata Sueny pelan. "Tentu, santailah saja. Aku ke sini juga bukan ingin membicarakan urusan bisnis, malas sekali jauh-jauh kemari hanya untuk membicarakan hal membosankan seperti itu," kata Hendji. "Ah, iya, Kakak repot-repot. Padahal, saya bisa berkunjung ke rumah kalau Kakak meminta," kata Kevin, masih dengan nada kikuknya. "Tidak, kamu pasti sibuk dan lelah setelah bekerja," kata Hendji, "kalau untuk urusan bisnis, nanti aku utus sekre

