Bab 42

1947 Kata

Bram melangkahkan kakinya tergesa-gesa. Kedua bola matanya sibuk mencari keberadaan seorang perempuan yang Bram yakin sudah datang lebih awal. Napas terengah-engahnya kemudian menjadi lebih teratur tatkala Bram berjalan santai ke arah perempuan yang tengah duduk sendirian di pojokkan kafè. Dengan menggunakan kemeja birunya, Bram pun duduk di hadapan perempuan tersebut. "Maaf terlambat, Clara. Tadi ada beberapa problem," kata Bram. Clara tersenyum, "Tidak masalah. Duduklah," kata Clara canggung. "Kamu sudah memesan minuman?" "Kebetulan minumannya belum datang. Tapi aku sudah memesan untukmu juga." Bram mengangguk canggung, perasaannya mendadak jadi tidak enak. Seolah sesuatu yang tak ia ingkinkan akan terjadi. Keduanya mendadak bungkam, persis seperti dua orang musuh yang sudah lama

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN